Dominasi penjualan barang impor via e-commerce. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat perkembangan e-commerce di Indonesia sangat pesat beberapa tahun terakhir ini. Namun sayangnya, e-commerce di Indonesia diserbu produk impor dan penjual asing lantaran saat ini karakteristik e-commerce masih tanpa batas.

Baca Juga : Integrasi Accurate online dengan Bukalapak, Shopee dan Tokopedia.

Data dari Dirjen Bea Cukai menunjukan bahwa sepanjang 2018, secara rata–rata jumlah barang kiriman impor melalui e-commerce meningkat 10,5 persen per bulan sedangkan dari sisi nilai transaksi melonjak 22 persen dari tahun sebelumnya.

Diungkapkan pula bahwa tren tersebut terjadi akibat dari mudahnya konsumen Indonesia untuk membeli barang dari luar negeri. Bahkan, beberapa platform e-commerce besar di Indonesia menyediakan fasilitas kepada penjual asing untuk membuka toko online di Indonesia.

Solusi Rekomendasi

Berdasarkan beberapa temuan penelitian dan pembelajaran dari kasus Tiongkok, tim peneliti merumuskan beberapa rekomendasi kebijakan. Dalam rangka melindungi produsen dan penjual online Indonesia.

“Dirjen Bea Cukai perlu untuk mengenakan PPN sebesar 10 persen kepada semua barang impor berapapun nilai transaksinya. Hal ini untuk menciptakan kesetaraan perpajakan antara penjual dalam negeri dan penjual asing,”

Baca Juga : Mudahnya pencatatan pembukuan bisnis dengan Accurate online

Jika itu tidak dilakukan, maka untuk barang dengan harga di bawah 75 dollar AS (USD), pelaku usaha dalam negeri akan kalah bersaing. Pada harga tersebut, penjual asing tidak dikenakan biaya apapun, sedangkan transaksi di Indonesia dikenakan PPN sebesar 10 persen.

Saat ini serbuan produk impor di ecommerce terus bertambah. Mencapai 4 persen dari total impor secara keseluruhan.

penjualan barang impor via e-commerce.

Alasan Pilih Produk Impor

Terkait hal ini, LIPI melalui Pusat Penelitian Ekonomi LIPI telah melakukan survey kepada 1.626 pembeli dan penjual online di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Ketahui Tentang Konsep Personalized Marketing

Dua alasan utama konsumen berbelanja langsung dari luar negeri adalah karena produknya langka di pasar Indonesia dan harga barangnya yang relative lebih murah. Itulah yang menjadi problem bagi pemerintah untuk mencari solusi terbaik.

Saat ini sudah banyak sekali penjual yang memilih menjual dagangannya di marketplace dari pada membuka toko, selain lebih efisien juga lebih murah di banding harus menyewa toko yang biayanya jauh lebih mahal. Perkembangan teknologi yang pesat membuat para pebisnis memaksa  beralih ke online.

Bukan hanya itu saja, banyak juga software akuntansi yang mulai mengembangakan softwarenya dengan basis cloudbase. Seperti software Accurate online yang ikut memjembatani dengan menyediakan fitur smartlink e-commerce  yang telah terintegrasi dengan marketpalace besar di Indonesia seperti Tokopedia, shopee dan Bukalapak untuk inventory dan penjualannya.

Untuk melihat fitur selengkapnya Silahkan klik disini. Anda juga bisa trial gratis 30 Hari disini.

penawaran accurate

BACA JUGA :

Penjualan barang impor via e-commerce.

1. Harga Accurate online

2. Harga Accurate 5 Desktop

3. Cara beli Accurate